Jumat, 28 Juni 2013

Panganan khas Tegal

5 Makanan Khas Tegal

Written By Tommy Syatriadi on Rabu, 27 Februari 2013 | 02.44

5 Makanan Khas TegalMakanan Khas Tegal yang akan saya bahas sangatlah unik. Karena memiliki ciri khas tersendiri dan harganya yang tergolong terjangkau. Selain harganya yang murah semua makanan khas Tegal ini memiliki rasa yang enak.Namun sebelumnya mungkin masih adakah yang tidak tahu dimana letak dari Tegal?? Untuk sekedar informasi saja Tegal ini terletak di jalur Pantai Utara Pulau Jawa atau yang biasa disebut PANTURA Jawa Tengah. Tentu nya kalau ingat kuliner Jawa Tengah pasti teringat juga makanan khas asal Yogyakarta.


Makanan Khas Tegal:

1.Tahu Aci

5 Makanan Khas Tegal
Kalau ditanya tentang tahu selain tahu sumedang ada juga tahu Aci asal Tegal. Makanan ringan ini telah menjadi salah satu makanan khas tegal yang sangat populer untuk dijadikan oleh-oleh diantara berbagai makanan khas tegal yang lainnya . Makanan ini berbahan dasar tahu dan sagu . Cara pembuatannya tidaklah terlalu sukar. Pertama-tama potong tahu dan masukkan adonan sagu lalu tinggal digoreng.

2.Sate Kambing Tegal

5 Makanan Khas Tegal
Sate merupakan makanan khas Indonesia sehingga di Tegal pun punya sate dengan rasa yang unik. Dengan cara pembuatan yang khas dibanding daerah lain. Bahan dasar sate ini tentu ialah daging kambing namun yang digunakan tidak sembarang daging tapi merupakan daging yang berasal dari kambing muda yang berusia dibawah 5 bulan (biasa disebut dengan istilah balibul ). Ciri khas sate ini ialah daging yang lembut dan aroma yang khas.

3.Pilus

5 Makanan Khas Tegal
Kalau Pilus sih udah pasti terkenal sekali. Sudah banyak sekali pabrik produsen makanan memproduksi makanan yang satu ini sehingga sangat terkenal si masyarakat luas. Mungkin belum banyak yang tahu kalau Pilus sebenarnya berasal dari Tegal. Makanan ringan ini sangat digemari di Tegal. Pembuatannya memerlukan beberapa bahan utama yaitu tepung dan daun kucai. Karena rasanya yang renyah makanan ringan ini sering dicampur dengan soto ataupun bakso

4.Nasi Pongol

5 Makanan Khas Tegal
Bagi yang bukan orang Tegal mungkin agak asing dengan nama makanan yang satu ini . Namun bagi rakyat Tegal makanan ini sudah tidak asing lagi. Bahan utama dari makanan ini ialah Tahu, Tempe, Ikan Asin Oreg Oreg. Rasa nikmat makanan khas yang satu ini berasal dari bumbunya. Pengolahannya sendiri dengan mencampur bahan-bahan ,memotong tahu dan tempe lalu menambahkan Tumisan. Makanan ini sekarang sering dikenal dengan istilah "Pongol Setan". Ditambahi setan karena makanan yang satu ini memiliki rasa yang pedas.

5.Teh Poci

5 Makanan Khas Tegal
Orang Tegal banyak sekali yang gemar menikmati teh . Berbagai jenis teh ada di Tegal. Namun teh yang satu ini sangatlah unik dan bisa menjadi minuman khas Tegal. Walaupun saya sedang membahas makanan namun tidak salahkan kalau saya menyisipkan minuman khas yang satu ini. Teh poci memiliki proses pembuatan yang unik yaitu teh ini dibuat dengan cara memassukan daun teh kedalam poci sehingga diberi nama teh poci. Pemanis dari minuman ini oialah gula batu.

sumber : http://tommysyatriadi.blogspot.com/2013/02/5-makanan-khas-tegal.html

Rabu, 15 Mei 2013

Tips Mengatasi Rasa Cemas

STIEBBANK – Lingkungan kerja dan rutinitas yang begitu paat,seringkali membuat kondisi dan suasana hati tidak nyaman bahkan bisa menimbulkan rasa was was atau cemas. Jika anda termasuk orang yang terlalu banyak rasa cemas dalam diri anda, simak tips berikut.
1. Coba katakan pada diri anda sendiri, ‘Saya akan menyelesaikan menyelesaikan hal ini sekarang. Saya tak punya waktu untuk memikirkan rasa cemas dalam diri saya.’ Katakan kalimat tersebut sebanyak tiga kali dan setelah itu mantapkan hati untuk sugesti anda.
2. Gunakan minyak lavender dalam keeharian anda. Minyak lavender secara ilmiah bisa menghilangkan rasa cemas. Oleskan sedikit minyak lavender pada pergelangan tangan anda, hirup secara perlahan, dan rasakan anda sudah tidak merasa cemas lagi.
3. Tuliskan semua kecemasan anda pada sebuah catatan jurnal, lalu bagaimana hasilnya? Anda akan lihat bahwa sbaian besar yang anda cemaskan tidak perna terjadi.
4. Makanlah snack dengan karbohidrat sehat, yaitu yang terbuat dari gandum atau buah buahan. Ini dapat menaikkan kadar gula darah dan menghalau rasa cemas.
Kecemasan dapat diatasi, agar kembali bersemangat dan ceria dalam menjalani rutinitas. Semoga bermanfaat :-) 
sumber : http://sejutatips.com/2013/05/tips-mengatasi-rasa-cemas/

fungsi bimbingan dan konseling

Fungsi Bimbingan dan Konseling adalah :
  1. Fungsi Pemahaman, yaitu fungsi bimbingan dan konseling membantu konseli agar memiliki pemahaman terhadap dirinya (potensinya) dan lingkungannya (pendidikan, pekerjaan, dan norma agama). Berdasarkan pemahaman ini, konseli diharapkan mampu mengembangkan potensi dirinya secara optimal, dan menyesuaikan dirinya dengan lingkungan secara dinamis dan konstruktif.
  2. Fungsi Preventif, yaitu fungsi yang berkaitan dengan upaya konselor untuk senantiasa mengantisipasi berbagai masalah yang mungkin terjadi dan berupaya untuk mencegahnya, supaya tidak dialami oleh konseli. Melalui fungsi ini, konselor memberikan bimbingan kepada konseli tentang cara menghindarkan diri dari perbuatan atau kegiatan yang membahayakan dirinya.
  3. Adapun teknik yang dapat digunakan adalah pelayanan orientasi, informasi, dan bimbingan kelompok. Beberapa masalah yang perlu diinformasikan kepada para konseli dalam rangka mencegah terjadinya tingkah laku yang tidak diharapkan, diantaranya : bahayanya minuman keras, merokok, penyalahgunaan obat-obatan, drop out, dan pergaulan bebas (free sex).
  4. Fungsi Pengembangan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang sifatnya lebih proaktif dari fungsi-fungsi lainnya. Konselor senantiasa berupaya untuk menciptakan lingkungan belajar yang kondusif, yang memfasilitasi perkembangan konseli. Konselor dan personel Sekolah/Madrasah lainnya secara sinergi sebagai teamwork berkolaborasi atau bekerjasama merencanakan dan melaksanakan program bimbingan secara sistematis dan berkesinambungan dalam upaya membantu konseli mencapai tugas-tugas perkembangannya. Teknik bimbingan yang dapat digunakan disini adalah pelayanan informasi, tutorial, diskusi kelompok atau curah pendapat (brain storming), home room, dan karyawisata.
  5. Fungsi Penyembuhan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling yang bersifat kuratif. Fungsi ini berkaitan erat dengan upaya pemberian bantuan kepada konseli yang telah mengalami masalah, baik menyangkut aspek pribadi, sosial, belajar, maupun karir. Teknik yang dapat digunakan adalah konseling, dan remedial teaching.
  6. Fungsi Penyaluran, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli memilih kegiatan ekstrakurikuler, jurusan atau program studi, dan memantapkan penguasaan karir atau jabatan yang sesuai dengan minat, bakat, keahlian dan ciri-ciri kepribadian lainnya. Dalam melaksanakan fungsi ini, konselor perlu bekerja sama dengan pendidik lainnya di dalam maupun di luar lembaga pendidikan.
  7. Fungsi Adaptasi, yaitu fungsi membantu para pelaksana pendidikan, kepala Sekolah/Madrasah dan staf, konselor, dan guru untuk menyesuaikan program pendidikan terhadap latar belakang pendidikan, minat, kemampuan, dan kebutuhan konseli. Dengan menggunakan informasi yang memadai mengenai konseli, pembimbing/konselor dapat membantu para guru dalam memperlakukan konseli secara tepat, baik dalam memilih dan menyusun materi Sekolah/Madrasah, memilih metode dan proses pembelajaran, maupun menyusun bahan pelajaran sesuai dengan kemampuan dan kecepatan konseli.
  8. Fungsi Penyesuaian, yaitu fungsi bimbingan dan konseling dalam membantu konseli agar dapat menyesuaikan diri dengan diri dan lingkungannya secara dinamis dan konstruktif.
  9. Fungsi Perbaikan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli sehingga dapat memperbaiki kekeliruan dalam berfikir, berperasaan dan bertindak (berkehendak). Konselor melakukan intervensi (memberikan perlakuan) terhadap konseli supaya memiliki pola berfikir yang sehat, rasional dan memiliki perasaan yang tepat sehingga dapat mengantarkan mereka kepada tindakan atau kehendak yang produktif dan normatif.
  10. Fungsi Fasilitasi, memberikan kemudahan kepada konseli dalam mencapai pertumbuhan dan perkembangan yang optimal, serasi, selaras dan seimbang seluruh aspek dalam diri konseli.
  11. Fungsi Pemeliharaan, yaitu fungsi bimbingan dan konseling untuk membantu konseli supaya dapat menjaga diri dan mempertahankan situasi kondusif yang telah tercipta dalam dirinya. Fungsi ini memfasilitasi konseli agar terhindar dari kondisi-kondisi yang akan menyebabkan penurunan produktivitas diri. Pelaksanaan fungsi ini diwujudkan melalui program-program yang menarik, rekreatif dan fakultatif (pilihan) sesuai dengan minat konseling  sumber http://konseling.ipdn.ac.id/modul

Struktur Baru Kurikulum 2013

Draf Struktur Kurikulum 2013 SD     Inilah bentuk kurikulum baru 2013 yang akan diberlakukan pada anak-anak tingkat sekolah dasar (SD):
Enam Mata Pelajaran Berbasis Tematik   Mata pelajaran untuk anak SD yang semula berjumlah 10 mata pelajaran dipadatkan menjadi enam mata pelajaran, yaitu:
  1. Agama, 
  2. PPKn, 
  3. Matematika, 
  4. Bahasa Indonesia, 
  5. Pendidikan Jasmani dan Kesehatan, 
  6. Seni Budaya 
Sementara empat mata pelajaran yang dulu berdiri sendiri, yaitu:

  1. IPA, 
  2. IPS, 
  3. Muatan lokal, dan 
  4. Pengembangan diri.
Diintegrasikan dengan enam mata pelajaran lainnya.

  "Memang sewajarnya seperti itu. IPA dan IPS dijadikan penggerak dan masuk dalam materi bahasan semua mata pelajaran. Begitu pula dengan mulok dan pengembangan diri itu kaitannya nanti dengan seni budaya," ujar Mendikbud, Mohammad Nuh.
Dengan pemadatan mata pelajaran dan pembelajaran berbasis tema ini, anak-anak juga tidak akan lagi kerepotan membawa buku yang banyak dalam tasnya. Nuh mengungkapkan dengan pendekatan tematik ini, anak-anak hanya perlu membawa paling tidak dua atau tiga buku sesuai dengan tema yang dipilih pada minggu tersebut.
Belajar di Sekolah Lebih Lama Berkurangnya mata pelajaran dalam kurikulum ini justru membuat durasi belajar anak di sekolah bertambah. Mohammad Nuh menjelaskan bahwa metode baru ini mengharuskan anak-anak untuk ikut aktif dalam pembelajaran dan mengobservasi setiap tema yang menjadi bahasan.   "Pola ini tentu tidak bisa dilakukan dengan durasi belajar sebelumnya. Untuk itu ditambah sebanyak empat jam pelajaran per minggu," kata Nuh.   Dengan demikian, untuk kelas I-III yang awalnya belajar selama 26-28 jam dalam seminggu bertambah menjadi 30-32 jam seminggu. Sementara pada kelas IV-VI yang semula belajar selama 32 jam per minggu di sekolah bertambah menjadi 36 jam per minggu.   "Penambahan jam belajar ini masih sesuai karena dibandingkan negara lain, Indonesia terbilang masih singkat durasinya untuk anak usia 7-9 tahun," ungkap Nuh.   Pramuka Jadi Skskul Wajib   Bahasa Inggris yang sebelumnya sempat disebut-sebut akan dihilangkan memang tidak tercantum dalam salah satu mata pelajaran yang ada. Ternyata untuk tingkat SD ini, Bahasa Inggris masuk dalam kegiatan ekstra kurikuler bersama dengan Palang Merah Remaja (PMR), UKS, dan Pramuka.
"
Pramuka
ini akan jadi ekskul wajib untuk berbagai jenjang tidak hanya di SD. Nanti akan dibicarakan juga dengan Kemenpora," kata Mendikbud.

Kepribadian yang Sehat

Dalam teorinya mengenai kepribadian yang sehat Rogers mengatakan bahwa pribadi yang sehat bukanlah keadaan ada melainkan sebuah proses. Jadi bukan suatu tujuan tetapi arah. Aktualisasi diri akan berlangsung terus menerus dan tidak pernah statis. Aktualisasi akan menarik individu untuk ke depan dan melihat masa depan lalu mengembangkan dirinya.

Kemudian hal yang kedua adalah aktualisasi diri merupakan suatu proses yang sukar dan kadang-kadang menyakitkan. Aktualisasi seperti halnya ujian terhadap kemampuan seseorang maka orang tersebut akan mendapatkan pengalaman yang jauh lebih dalam dari orang kurang sehat. Aktualisasi juga berfungsi untuk mempertahankan organisme itu sendiri selain juga memudahkan dan meningkatkan pematangan dan pertumbuhan. Umumnya yang berkembang lebih dahulu adalah sisi fisiologisnya baru setelah itu sisi psikologisnya.

Hal yang ketiga tentang orang yang mengaktualisasikan dirinya sendiri, mereka benar-benar mengerti akan dirinya. Mereka tidak memakai topeng dalam berperilaku. Apa yang mereka perbuat adalah murni pemikiran mereka sendiri tanpa adanya harapan dan rintangan dari masyarakat dan orang tua. Namun mereka juga tidak bertindak agresif dan memberontak.

Selain itu Rogers juga memberikan lima sifat orang yang berfungsi sepenuhnya.

Keterbukaan pada Pengalaman
Maksudnya adalah seseorang tidak terhambat oleh adanya syarat-syarat penghargaan dalam mengambil perasaan. Individu bebas dan terbuka untuk mengalami semua hal yang telah dirasakan. Orang yang demikian sangat fleksibel dia mampu mengembangkan semua pengalamannya yang didapat untuk dijadikan referensi dalam berpersepsi dan berperilaku.

Berbeda dengan yang lebih bersifat defensif. Mereka hanya mau menerima pengalaman yang tertentu saja dan tidak mau terbuka dengan yang lainnya. Jadi orang yang terbuka lebih merasakan emosi yang bersifat positif maupun negatif lebih dalam dari pada yang defensif.

Kehidupan Eksistensial
Dalam poin ini orang yang berfungsi sepenuhnya akan merasa senang dengan pengalaman yang baru. Pengalaman yang didapat belum pernah ada yang sama persis. Orang seperti itu akan dapat menyesuaikan diri karena struktur diri terus terbuka terhadap pengalaman.
Lain halnya dengan yang defensif. Mereka cenderung berprasangka terhadap pengalaman baru yang didapatkan.

Kepercayaan Terhadap Organisme Orang Sendiri
Menurut poin ini orang yang berfungsi sepenuhnya akn bertindak sesuai apa yang dirasakannya benar, jadi lebih ke arah intuitif. Orang bertindak spontan dan bebas namun bukan terburu-buru atau tidak memperhatikan konekuensi dan resiko yang terjadi. Karena orang tersebut juga terbuka pada pengalaman, maka membiarkan informasi yang telah tersimpan lewat pengalaman dan persepsi tentang keadaan saat ini untuk menentukan langkah-langkah yang harus diambil. Semua faktor diperhitungkan lalu dibuat keputusan yang menguntungkan dari semua sisi.

Sementara orang yang berpedoman pada rasio saja adalah cacat karena tidak memperhitungkan sisi emosionalnya. Begitu pula pada orang yang defensif, mereka dibimbing oleh ketakutan-ketakutan karena tidak memperoleh informasi yang jelas tentang situasi bersangkutan

Perasaan Bebas
Menurut Rogers, orang yang sehat secara psikologis akan memiliki kebebasan dalam bertindak. Mereka akan merasa berkuasa secara pribadi atas kehidupannya. Karena merasa bebas maka ia akan mampu melakukan apa saja yang mungkin ingin dilakukan.

Orang yang defensif tidak memiliki perasaan itu. Mereka tidak bisa mewujudkan tingkah laku mereka secara aktual Karena tingkah laku itu di atur oleh faktor-faktor di luar diri termasuk sikap defensifnya.

Kreativitas
Semua orang yang berfungsi sepenuhnya sangat kreatif. Mereka dapat benar-benar menyesuaikan diri dari tuntutan-tuntutan khusus. Penyesuaian yang dilakukan lebih bersifat aktif sehingga memungkinkan untuk mengembangkan diri sampai ke tingkat penuh.

Orang yang defensif cenderung hidup dalam pola-pola yang tidak kreatif dan tidak spontan. Mereka membuat kehidupan menjadi aman dan dapat diramalkan. Mereka menjaga tantangan dan ujian pada taraf yang minimal akibatnya mereka tidak berkembang kreatifitasnya.

Efektifitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah

Artikel Pendidikan

Efektifitas Bimbingan dan Konseling di Sekolah

Kesan terhadap kinerja BK di sekolah untuk mengatasi permasalahan yang dialami siswa dalam ranah kehidupan intrapersonal, interpersonal, akademis, dan karir masih belum dirasakan efektif oleh semua pihak. Persepsi bahwa BK menjadi "polisi sekolah", "ember bocor", ataupun "mata-mata" masih belum terhapus dalam ingatan siswa. Di kalangan guru, keberadaan BK masih dipandang sebelah mata, karena dianggap tidak jelas pekerjaannya. Fenomena semacam ini banyak terjadi bukan hanya di sekolah negeri tapi juga di sekolah swasta. Ketidakefektifan kinerja BK disekolah sepanjang yang saya cermati tidak lepas dari variabel-variabel yang terjadi berikut ini.

Persepsi bahwa guru BK itu hadir di sekolah hanya untuk siswa perlu diluruskan, karena umumnya para guru tidak menyadari bahwa cara mereka berinteraksi dengan siswa, mendisiplinkan siswa, dan menyelesaikan permasalahan siswa tidak sedikit yang menyakiti, merusak citra diri, mengikis kepercayaan diri, mematahkan kreativitas, bahkan menghilangkan cinta yang ada dalam diri anak didiknya.

Sebutan "siswa bermasalah" yang sering kita dengar di sekolah merupakan contoh nyata dan hal yang biasa, hal ini menunjukkan bahwa pengetahuan psikologi yang dimiliki guru masih tergolong minim dan perlu ditingkatkan. Efek dari tindakan labeling(sebutan siswa bermasalah) adalah siswa akan benar-benar memerankan apa yang dilabelkan pada dirinya.

Lebih bijak jika kita mengatakan "siswa dengan perilaku (bermasalah)" misalnya, perilaku membolos. Hal itu membuat kita lebih fokus pada suatu perilaku tertentu yang tak dapat diterima, bukan pada perilaku seluruhnya. Dengan begitu, kita masih dapat melihat sisi-sisi positif dalam diri siswa dan bersikap lebih objektif. Kenyataan ini berimplikasi terhadap keberadaan BK yang sebaiknya juga dimanfaatkan oleh guru sebagai tempat konsultasi dalam menentukan perilaku apa yang sebaiknya diterapkan saat berinteraksi dengan anak didiknya sesuai standar kesehatan secara psikologis.

Faktor lain adalah fungsi dan peran guru BK belum dipahami secara tepat baik oleh pejabat sekolah maupun guru BK itu sendiri. Di beberapa sekolah, banyak guru BK yang berfungsi ganda dengan memerankan beragam jabatan misalnya, disamping sebagai guru BK dia juga menjabat wali kelas dan atau guru piket harian. Akibatnya, dia terlibat dalam penegakan tata tertib sekolah, pemberian hukuman, dan atau tindakan razia yang merupakan tindakan yang dibenci oleh siswa. Efeknya, kepercayaan siswa terhadap netralitas yang diperankan guru BK menjadi menurun dan tidak sedikit siswa beranggapan bahwa sosok guru BK sama saja dengan guru yang lain serta bukan tempat yang nyaman buat para siswa. Konsekuensinya, siswa menjadi enggan untuk melakukan konseling dengan sukarela, padahal ini merupakan tugas utama yang dipercayakan kepada guru BK di sekolah dan tidak bisa digantikan oleh siapapun. Fungsi dan peran guru BK yang berstandar ganda ini jelas menyalahi kode etika profesi sebagai konselor.

Fenomena lain yang terlihat adalah sekolah tidak menyediakan fasilitas ruang konseling yang memadai. Ruang konseling dianggap sama dengan ruang kerja guru BK sehingga terwujud apa adanya. Padahal ruang konseling itu punya desain interior secara khusus dan tata letak furnitur yang diatur sesuai dengan orientasi teori konseling dan terapi yang diterapkan seorang konselor terhadap kliennya.

Sistem pendidikan yang diterapkan di sekolah selama ini juga turut mempersulit keefektifan pelayanan konseling yang dijalankan. Aturan yang memberlakukan 1 guru BK menangani 150 siswa itu terkesan menutup mata dari fakta yang ada karena guru BK memerlukan data siswa tidak hanya yang bersifat kuantitatif tapi juga kualitatif yang justeru lebih penting untuk didalami dalam memahami dan memfasilitasi perkembangan siswa, sebab terkait erat dengan tindakan konseling dan terapi yang akan dilakukan bila siswa mengalami suatu permasalahan. Terlebih lagi, pelayanan yang diberikan guru BK sebenarnya bukan hanya untuk siswa yang mempunyai masalah saja tapi juga siswa yang punya potensi lebih, tetapi belum mampu berprestasi secara memadai. Pelayanan BK juga harus merambah siswa berprestasi yang ingin mengembangkan prestasinya lebih baik lagi. Bayangkan saja, jika seorang guru BK ingin melakukan wawancara untuk mengeksplorasi bakat dan minat siswa, tentu ini menjadi sulit dalam penentuan waktu dan tempat pelaksanaannya pada saat proses kegiatan belajar mengajar berlangsung di sekolah.

Ketidakefektifan kinerja BK yang terjadi selama ini sebetulnya akibat system yang masih belum membumi, juga disebabkan oleh kompetensi personal dan professional seorang guru BK yang belum memadai. Dalam berbagai pertemuan yang dihadiri oleh guru BK kebanyakan masih berkutat membicarakan masalah administrasi, bukan membicarakan hal yang lebih esensial seperti materi pengembangan diri yang diberikan kepada siswa dan bagaimana melakukan sesi konseling yang benar baik secara individu maupun kelompok. Padahal guru BK dituntut melakukan kegiatan tersebut yang merupakan pelayanan khas dan lebih produktif yang hanya bisa diberikan oleh guru BK di sekolah.

Jika kita menginginkan kinerja guru BK menjadi efektif, sudah selayaknya system yang ada saat ini dibenahi segera, agar siswa disekolah dapat mengembangkan beberapa potensi ranah kehidupan intrapersonal seperti: memiliki konsep diri yg positif, mampu mengatur diri, percaya diri, dan independen. Juga, siswa dapat mengembangkan ranah kehidupan interpersonal sehingga mereka memiliki kepedulian sosial, kemampuan menjalin & mempertahankan hubungan, dan mengambil keputusan yang bertanggung jawab. Dalam ranah kehidupan akademis, itu pun diharapkan berkembang sehingga siswa punya motivasi yang tinggi dalam belajar, dan dapat berprestasi dalam kesehariannya. Demikian juga dalam ranah kehidupan karir, siswamampu mengenali & memahami profesi dan pekerjaan yg sesuai dengan bakat dan minat yang dimilikinya agar dia mampu menjadi produktif, kreatif, dan inovatif serta memiliki iman dan taqwa dalam pekerjaan dan profesi yang digelutinya kelak.

Sumber: kompasiana.com

17 Hal yang harus diingat

1. Jika sudah terjadi masalah, tdk harus dihindari (bingung), tapi HARUS DIHADAPI dengan tenang (dipikirkan jalan keluarnya) dan pasti selesai/ ada jalan keluarnya.
2. Menghadapi semua hal, tdk boleh berpikir negatif, seperti: "saya pasti tdk mampu", "saya tdk bisa", dan seterusnya. Tapi selalu berpikir positif, seperti: "saya bisa, pasti ada jalan keluarnya" dan lain lain.
3. Sudah dan senang semuanya tergantung pikiran saja!! ( Pikiran adalah pelopor!!). Jadi jaga pikiran kita baik - baik. Jangan pikir yang jelek/negatif. Selalu berpikir yang positif (baik).

4. Segala kesulitan/kesusahan akan berakhir. sebesar apapun masalahnya akan selesai juga dengan berjalannya waktu. Seperti pepatah mengatakan : TIDAK ADA PESTA YANG TIDAK BERAKHIR.

5. Orang yg sukses 85% ditentukan dari sikap/prilaku, 15% baru ditentukan ketrampilan. Jadi sikap kita dalam hidup ini sangat penting.

6. Segala sesuatu berubah (anicca). Kita tdk perlu susah. Misalnya : sekarang susahnya, selanjutnya pasti berubah menjadi senang. sekarang ada orang yang tdk senang pada kita, suatu saat nanti akan baik juga.

7. Hukum karma, berarti berbuat baik akan mendapat hasil baik dan sebaliknya, seperti tanam padi, pasti panen padi. Ingat!! Usahakan setiap saat selalu berbuat (tanam) kebaikan agar mendapatkan (panen) kebaikan. Jgn melakukan kejahatan. Dan jgn berharap mendapat balasan dari perbuatan baik kita!!!

8. Kesehatan asalah paling nomor satu (berhaga). Jaga kesehatan kita dengan olahraga, istirahat yang cukup dan jangan makan sembarangan.
9. Hidup ini penuh dengan masalah/persoalan/penderitaan. Jadi kita sdh tahu TIDAK MUNGKIN SELALU LANCAR/TENANG. Siapkan mental, tabah, sabar dan tenaga untuk menghadapinya. itulah kenyataan hidup yang harus dihadapi oleh setiap manusia.

10. Masa depan seseorang sangat tergantung pada sikap dan buku buku yang dibaca. Jadi membaca sangat penting dan menentukan masa depan seseorang.

11. Jangan membicarakan kejelekan orang lain, karena kita akan dinilai jelek
oleh orang yg mendengarkannya.

12. Pergaulan sangat penting dan merupakan salah satu kunci sukses. Boleh bergaul dengan orang jahat maupun baik asal kita HARUS TAHU DIRI/JANGAN TERPENGARUH LINGKUNGAN. Lebih baik lagi apabila kita bisa menuntun yang jahat ke jalan yang benar.

13. Budi orang tua, tidak dapat dibayar dengan apapun juga. begitu juga dengan
budi orang2 yang telah membantu kita.

14. Setiap manusia memiliki kelebihan dan kekurangan. Jadi jangan minder dengan kekurangan kita. dan jangan iri dengan kelebihan orang. HARGAILAH DIRIMU APA ADANYA!!!\

15. JANGAN MEMPERTENTANGKAN (MEMPERDEBATKAN) hal hal kecil yang tdk berguna
dengan siapapun juga.
16. Kunci sukses dlm hidup ini, selalu bersemangat, berusaha, disiplin, sabar, bekerja keras, rajin berdoa/sembahyang, banyak berbuat baik serta tdk blh berputus asa.

17. Jangan Menilai orang dari Harta(kekayaan), penampilan ataupun kondisi
fisik. Semua orang itu SAMA!!!

Mencapai potensi hidup yang maksimal

Setiap orang mendambakan masa depan yang lebih baik ; kesuksesan dalam karir,
rumah tangga dan hubungan sosial, namun seringkali kita terbentur oleh berbagai
kendala. Dan kendala terbesar justru ada pada diri kita sendiri.
Melalui karyanya, Joel Osteen menantang kita untuk keluar dari pola pikir yang
sempit dan mulai berpikir dengan paradigma yang baru.

Ada 7 langkah agar kita mencapai potensi hidup yang maksimal :

* Langkah pertama adalah perluas wawasan. Anda harus memandang kehidupan ini
dengan mata iman, pandanglah dirimu sedang melesat ke level yang lebih tinggi.
Anda harus memiliki gambaran mental yang jelas tentang apa yang akan Anda raih.
Gambaran ini harus menjadi bagian dari dirimu, didalam benakmu, dalam percakapanmu,
meresap ke pikiran alam bawah sadarmu, dalam perbuatanmu dan dalam setiap
aspek kehidupanmu.

* Langkah ke dua adalah mengembangkan gambar diri yang sehat. Itu artinya Anda harus
melandasi gambar dirimu diatas apa yang Tuhan katakan tentang Anda.
Keberhasilanmu meraih tujuan sangat tergantung pada bagaimana Anda memandang
dirimu sendiri dan apa yang Anda rasakan tentang dirimu. Sebab hal itu akan menentukan
tingkat kepercayaan diri Anda dalam bertindak. Fakta menyatakan bahwa Anda tidak akan
pernah melesat lebih tinggi dari apa yang Anda bayangkan mengenai dirimu sendiri

* Langkah ke tiga adalah temukan kekuatan dibalik pikiran dan perkataanmu.
Target utama serangan musuh adalah pikiranmu. Ia tahu sekiranya ia
berhasil mengendalikan dan memanipulasi apa yang Anda pikirkan, maka ia
akan berhasil mengendalikan dan memanipulasi seluruh kehidupanmu.
Pikiran menentukan prilaku, sikap dan gambar diri. Pikiran menentukan tujuan.
Alkitab memperingatkan kita untuk senantiasa menjaga pikiran.

* Langkah ke empat adalah lepaskan masa lalu, biarkanlah ia pergi...
Anda mungkin saja telah kehilangan segala yang tidak seorangpun patut mengalaminya
dalam hidup ini. Jika Anda ingin hidup berkemenangan , Anda tidak boleh memakai
trauma masa lalu sebagai dalih untuk membuat pilihan-pilihan yang buruk saat ini.
Anda harus berani tidak menjadikan masa lalu sebagai alasan atas sikap burukmu
selama ini, atau membenarkan tindakanmu untuk tidak mengampuni seseorang.

* Langkah ke lima adalah temukan kekuatan di dalam keadaan yang paling buruk sekalipun
Kita harus bersikap :" Saya boleh saja terjatuh beberapa kali dalam hidup ini, tetapi
tetapi saya tidak akan terus tinggal dibawah sana." Kita semua menghadapi
tantangan dalam hidup ini . KIta semua pasti mengalami hal-hal yang datang
menyerang kita. Kita boleh saja dijatuhkan dari luar, tetapi kunci untuk hidup
berkemenangan adalah belajar bagaimana untuk bangkit lagi dari dalam.


* Langkah ke enam adalah memberi dengan sukacita. Salah satu tantangan terbesar
yang kita hadapi adalah godaan untuk hidup mementingkan diri sendiri.
Sebab kita tahu bahwa Tuhan memang menginginkan yang terbaik buat kita,
Ia ingin kita makmur, menikmati kemurahanNya dan banyak lagi yang Ia sediakan buat kita,
namun kadang kita lupa dan terjebak dalam prilaku mementingkan diri sendiri.
Sesungguhnya kita akan mengalami lebih banyak sukacita dari yang pernah dibayangkan
apabila kita mau berbagi hidup dengan orang lain.

* Langkah ke tujuh adalah memilih untuk berbahagia hari ini. Anda tidak harus menunggu
sampai semua persoalanmu terselesaikan. Anda tidak harus menunda kebahagiaan
sampai Anda mencapai semua sasaranmu. Tuhan ingin Anda berbahagia apapun kondisimu,
sekarang juga !



( Dikutip dari : Mencapai potensi hidup yang maksimal by Joel Osteen)

Artikel bimbingan kelompok

Artikel Bimbingan Kelompok
Di SMP N Maju Terus
Disini saya sebagai pemimpin kelompok akan mengadakan bimbingan kelompok di SMP N Maju Terus, adapun langkah-langkah yang akan saya lakukan adalah sebagai berikut:
1. Langkah awal
            Langkah awal atau tahap awal diselenggarakan dalam rangka pembentukan kelompok sampai dengan pengumpulan para peserta yang siap melaksanakan kegiatan kelompok.
2. Perencanaan kegiatan meliputi:
a.       Materi layanan
Sebelum melakukan diskusi kelompok ada baiknya jika terlebih dahulu diputuskan materi apa yang sebaiknya diberikan nantinya, dalam pemberian materi hendaknya menimbang-nimbang materi apa yang sedang dihadapi oleh anggota kelompok nantinya.
b.      Tujuan yang ingin dicapai
Dalam perencanaan kegiatan bimbingan kelompok pemimpin kelompok menjelaskan tujuan apa yang ingin dicapai dalam kegiatan tersebut.
c.       Sasaran kegiatan
Sasaran kegiatan bimbingan kelompok adalah membantu anggota kelompok dalam mngutarakan permasalahan yang sedang dihadapi, dalam sasaran kegiatan ini pemimpin kelompok menentukan kegiatan apa yang akan dilakukan oleh kelompoknya, pemimpin kelompok harus bisa menganalisa kira-kira kegiatan apa yang baik untuk dilakukan agar seluruh anggota kelompok nyaman dalam proses bimbingan kelompok.
d.      Bahan atau sumber bahan untuk topik tugas
Bahan topik dapat diperoleh dari permasalahan yang sedang dihadapi oleh keseluruhan peserta, untuk dapat memperolehnya mesing-masing peserta disuruh mengungkapkan atau menceritakan keluhan yang sedang dihadapinya pada saat ini. Lalu sumber bahan diperoleh dari peserta.
e.       Rencana penilaian
Rencana penilaian ini mengacu pada seberapa jauh perubahan yang terjadi peda masing-masing anggota kelompok, dalam penilain pemimpin kelompok tidak boleh hanya memandang anggotanya dai sisi dia, tapi harus lebih obyektif.
f.       Waktu dan tempat
Sebelum bimbingan kelompok dilaksanakan calon pemimpin kelompok diharapkan untuk menetapkan waktu pelaksanaan, misalkan: pada jam kosong ketika anggota kelompok sedang tidak ada tugas atau setelah proses pembelajaran disekolah selesai ini agar tidak mengganggu kegitan belajar mereka. Selain menetapkan waktu pemimpin kelompok juga harus menetapkan tempat yang akan dipakai dalam proses bimbingan kelompok, dalam menentukan tempat hendaknya harus diperhatikan tempatnya seperti kelayakan tempat untuk dipakai bimbingan kelompok agar tidak membahayakan keselamatan kelompok nantinya, mudah dijangkau dan sudah diketahui oleh masing-masing anggota kelompok.
3. Pelaksanaan
        i.            Tahap pembentukan
(1)   Menerima kehadiran anggota kelompok secara terbuka dan mengucapkan rasa terima kasih.
Dalam mengawali pertemuan seorang pemimpin kelompok semestinya bersifat terbuka kepada anggota kelompok. Ini ditunjukkan melalui penerimaan anggota kelompok dengan terbuka dan tidak menutup-nutupi atau tidak dibuat-buat dalam menerima anggota kelompok.
Agar anggota kelompok dapat cepat beradaptasi pada kelompok seorang pemimpin kelompok hendaknya bersikap ramah dan mengucapkan terima kasih kepada anggota kelompok atas kehadirannya dengan suka rela datang keacara bimbingan kelompok. Contoh : “saya ucapkan terima kasih atas kedatangan adik-adik secara suka rela dalam kegiatan kelompok yang akan kita laksanakan kali ini......”
(2)   Memimpin berdo’a ( Do’a dapat dipimpin oleh pemimpin kelompok atau diwakilkan kepada peserta bimbingan. )
Contoh : “......sebelum kita memulai bimbingan kelompok ada baiknya kita berdo’a terlebih dahulu agar bimbingan kelompok yang akan dilaksanakan nanti dapat berjalan dengan lancar, sesuai dengan kepercayaan masing-masing, berdo’a dimulai...”
(3)   Perkenalan
Stelah pemimpin kelompok memimpin berdo’a dilanjutkan perkenalan dengan anggota kelompok, perkenalan dimulai dari pemimpin kelompok dilanjutkan oleh anggota kelompok satu persatu, dalam perkenalan ini tidak harus urut. Contoh : “..sebelum kita melangkah dalam kegiatan yang lebih jauh, agar saling terjalin keakraban sesama anggota, yang pastinya kalian belum saling mengenal sebelumnya. Dimulai dari saya, nama saya..... kalian bia panggil saya...... lalu nama kalian? Silahkan sebutkan nama kalian dan apa panggilan kalian......”
(4)   Ice breaking
Ice breaking digunakan untuk menjernihkan suasana ketika suasana dalam kelompok masih kaku. Ice breaking ini bisa berupa permainan yang bisa mencairkan suasana. Ada beberapa penyabab yang bisa membuat suasana menjadi kaku diantaranya, setiap anggota kelompok tidak mengenal satu dengan yang lain sehingga menyebabkan mereka tertutup dalam bimbinga kelompok.
Contoh Ice breaking : “ kelihatannya kalian masih kaku dan malu untuk bicara dengan teman disebelah kalian, saya mempunyai sebuah permainan agar kalian mudah beradaptasi dengan bimbingan kelompok kali ini. Permainannya adalah SEGITIGA, KOTAK, DAN LINGKARAN
Deskripsi
Insturktur memberikan waktu lima menit kepada peserta kegiatan untuk membuat gambar yang unsurnya terdiri dari segi tiga, kotak (segi empat), dan lingkaran. Peserta boleh menggambar orang seperti contoh), pemandangan, mobil, binatang, dan lain sebagainya. Setelah waktu lima menit selesai peserta mengumpulkan hasil gambarannya kepada guru. Guru kemudian menghitung jumlah segi tiga paling sedikit dan paling banyak dari semua gambar peserta pelatihan. Demikian juga dengan kotak serta lingkaran. Dari data tersebut, guru akan menerangkan makna dari apa yang telah mereka lakukan selama lima menit tadi.
Tujuan
Menunjukkan kepada semua peserta bahwa lebih serius lagi dalam hidup dan belajar memungkinkan seseorang bisa lebih berhasil lagi karena potensi, kemampuan, dan kemauan bisa semakin dioptimalkan sehingga akan dihasilkan prestasi yang membanggakan.
Pembahasan
1.        Gambar segi tiga berarti kreativitas, semakin banyak gambar segi tiga menunjukkan siswa banyak menggunakan kreativitas.
2.        Gambar kotak berarti kemampuan, semakin banyak gambar kotak menunjukkan siswa telah menggunakan kemampuannya.
3.        Gambar lingkaran berarti kemauan, semakin banyak gambar lingkaran menunjukkan siswa memiliki kemauan.
(5)   Menjelaskan pengertian dan tujuan bimbingan kelompok.
Agar tidak terjadi kesalahan dalam mengartikan apa makna sebenarnya dari bimbingan kelompok, pemimpin kelompok perlu menjelaskan apa pengertian bimbingan kelompok itu. Contoh : “setelah kita saling mengenal satu dengan yang lain, saya akan memberi penjelasan mengenai bimbingan kelompok, jadi bimbingan kelompok adalah..........”
Lalu setelah menjelaskan arti bimbingan kelompok, pemimpin kelompok menjelakan tujuan bimbingan kelompok. Contoh : “... setelah kalian mengetahui pengertian bimbingan kelompok, lalu tujuan bimbingan kelompok adalah.......”
(6)   Menjelaskan cara pelaksanaan bimbingan kelompok.
Untuk memppermudah jalannya bimbingan kelompok, pemimpin kelompok bisa menjelasakan kepada anggota kelompok cara pelaksanaan kegiatan tersebut ( cara pelaksaan ini bisa dijelaskan atau kalau anggota kelompok dirasa sudah tau boleh tidak dijelaskan tapi lebih baik dijelaskan ). Contoh : ”baik setelah kalian mengetahui definisi dan tujuan bimbingan kelompok kita kali ini, saya akan menjelaskan cara pelaksanaan bimbingan kelompok ini, jadi yang pertama......”
(7)   Menjelaskan asas-asas bimbingan kelompok (suka rela, terbuka, aktif, kegiatan, normatif, rahasia )
Dalam bimbingan kelompok ada beberapa asas yang perlu dijelaskan kepada anggota kelompok dintaranya asas kesukarelaan, asas ini sangat penting dalam kegiatan kelompok dikarenakan asas ini dapat mempengaruhi jalannya bimbingan kelompok. Jika anggota kelompok yang datang tidak secara suka rela maka akan mempengaruhi asas yang lain misalnya, anggotata kelompok tidak bisa terbuka dalam menyampaikan masalah yang sedang dialaminya.
Lalu juga akan menyebabkan anggota kelompok bersifat pasif dalam kegiatan bimbingan. Keaktifan kelompok adalah salah satu asas dalam bimbingan kelompok. Setelah anggota tidak terbuka dan tidak aktif maka akan menghambat kegiatan kelompok dalam asas kegiatan.
Jika itu semua terjadi maka kegiatan kelompok akan berjalan tidak sesuai norma yang diharapkan dalam bimbingan kelmpok, dan ini akan menyababkan asas kerahasiaan dalam kelompok tidak akan terjaga dengan baik. Oleh jarena itu asas-asas dalam bimbingan kelompok perlu dijelaskan kepada anggota kelompok, jika salah satu asas terganggu atau tidak berjalan maka akan mempengaruhi proses bimbingan kelompok, bahkan bimbinga kelompok bisa dikatakan gagal.
(8)   Kesepakatan waktu
Dalam bimbingan kelompok agar tidak mengganggu kegiatan yang lain maka perlu diadakan kesepakatan waktu oleh pemimpin kelompok kepada anggota kelompok misal kegiatan bimbingan dilaksanakan pada saat pulang sekolah atau hari libur. Ini agar terjalin kesepakatan yang bersifat demokratis.
      ii.            Tahap peralihan
(1)   Menjelaskan kembali kegiatan kelompok
Dalam kelompok bimbingan kita harus menjelaskan kembali kegiatan kelompok yang akan dilakukan, ini gunanya untuk memberi tahu anggota kelompok yang belum begitu mengerti dengan kegiatan yang akan dilakukan dan mungkin menjelasakan untuk anggota yang baru bergabung.
(2)   Tanya jawab tentang kesiapan anggota untuk kegiatan lebih lanjut
Setelah menjelaskan kembali kegiatan yang akan dilakukan oleh kelompok, pemimpin kelompok menanyakan kepada setiap anggota kelompok kesiapan mereka dalam mengerjakan tugas maupun kegiatan yang akan dilakukan.
(3)   Mengenali suasana apabila anggota secara keseluruhan atau sebagian belum siap untuk memasuki tahap berikutnya dan mengtasi masalah tersebut.
Dalam melaksanakan tugasnya sebagai pemimpin kelompok hendaknya seorang pemimpin kelompok dapat mengenali suasana kelompoknya secara keseluruhan, dengan begitu pemimpin kelompok dapat menentukan tindakan yang akan dilakukan selanjutnya dan mengetahui anggota kelompok yang mana yang belum siap untuk memasuki tahap selanjutnya serta pemimpin bisa mengatasi masalah yang sedang dihadapi anggotanya.
(4)   Pemimpin kelompok  menjelaskan topik bahasan yang bisa dikemukakan.
Dalam tahap ini pemimpin kelompok memperoleh topik bahasan dari tahap diatas, pemimpin kelompok dapat memberi beberapa topik bahasan sesuai dengan kesiapan dan keadaan masing-masing anggota kelompok.
    iii.            Tahap kegiatan
(1)   Topik bebas
(a)    Memberi contoh topik bahasan yang bisa diangkat atau dikemukakan dan dibahas dalam kelompok
(b)   Mempersilahkan anggota untuk mengemukakan topik ( dengan menjelaskan pentingnya topik itu dibahas ) secara bergantian
(c)    Memilih atau menetapkan topik yang akan dibahas
(d)   Pembahasan topik tersebut secara tuntas
(e)    Selingan
(f)    Penyimpulan
(2)   Topik tugas
(a)    Pemimpin kelompok mengemukakan topik bahasan yang telah dipersiapkan
(b)   Menjelaskan pentingnya topik tersebut dibahas dalam kelompok
(c)    Tanya jawab tentang topik yang dikemukakan oleh pemimpin kelompok
(d)   Pembahasan topik tersebut secara tuntas
(e)    Selingan
(f)    Penyimpulan
    iv.            Tahap pengakhiran
(1)   Menjelaskan bahwa kegiatan bimbingan kelompok akan diakhiri
Dalam tahap ini pemimpin kelompok menjelaskan kepada anggota kelompok bahwa kegiatan kelompok akan berakhir.
(2)   Penilaian segera
Setelah bimbingan kelompok dilakukan selama beberapa pertemuan, lalu pemimpin kelompok memberi penilaian secara obyektif kepada masing-masing peserta bimbingan kelompok. Tujuan pemberian nilai ini untuk mengetahui manakah peserta yang mengalami perkembangan yang baik dan yang kurang berkembang.
(3)   Pembahasan kegiatan lanjutan
Disini pemimpin kelompok menjelaskan kepada anggota kelompok untuk membahas kegitan yang akan dilakukan dalam pertemuan selanjutnya, apakah kegiatannya akan seperti ini atau ada perubahan.
(4)   Ucapan terima kasih
Pemimpin kelompok mengucapkan terima kasih kepada anggota kelompok sebelum mereka diajak berdo’a, ini juga untuk lebih mengakrabkan antara pemimpin dan anggota agar mereka mau datang kembali kepertamuan berikutnya.
(5)   Berdo’a
(6)   Perpisahan